Mengenal Penulis Kitab al-Barzanji

Barzanji merupakan kitab yang berisikaan tentang perjalanan Rasullulah, pujian-pujian kepadanya serta doa-doa. Bagi umat nahdiyin barzanji bukan lagi hal yang asing, tidak hanya di baca pada hari lahir Nabi saja tetapi juga menjadi rutinan setiap malam jum’at oleh sebagian besar umat nadhiyin. Dinamakan kitab Al Barzanji karena dinisbahkan kepada desa pengarang yang terletak di Barzanjiyah kawasan Akrad (kurdistan).

Kitab tersebut nama aslinya ‘Iqd al-jawahir (bahasa arab, artinya kalung permata) sebagian ulama menyatakan bahwa nama karanganya adalah i’qdul Jawhar fi Mawlid an Nabiyyil Azhar, yang di susun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Kitab Maulid al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang populer di masa itu dan paling luas tersebar ke pelosok negri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Kandunganya merupakan khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rosul, hijrah, akhlak, peperangan hingga wafatnya.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji merupakan pengarang kitab Al-Barzanji. Beliau dilahirkan di Madinah Al Munawwarah pada hari kamis, awal bulan Zulhijjah pada tahun 1126 H (1711 M). Beliau menghafal Al Qur’an 30 Jus kepada syaikh Ismail Alyamany dan Tashih Quran (Mujawwad) kepada syaikh Yusuf Asho’idy kemudian belajar ilmu naqliyah (Qur’an dan Hadist) dan ‘Aqliyah kepada ulama-ulama masjid nabawi Madinah Al Munawwaroh kabilah daerah Barzanji kemudian belajar ilmu Nahwu, Sharaf, Mantiq, Ma’ani, Badi’, Faraidh, Khat, Hisab, Fiqih, Ushul fiqh, Falsafah, Ilmu Hikmah, ilmu Teknik, Lughah, ilmu Mustalah Hadist, Tafsir, Hadist, Ilmu Hukum, Sirah Nabawi dan ilmu Sejarah. Semua itu di pelajari selama beliau ikut duduk belajar bersama ulama-ulama masjid Nabawi.

Dan ketika umurnya 31 tahun beliau menjadi seorang yang ‘Alim wal ‘ Allaamah dan ulama besar. Syaikh Ja’far Al Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di madinah.

Beliau wafat di kota Madinah dan di makam kan di Jannatul Baqi‘. Karanganya membawa umat ingat terhadap Nabi dan membuat umat rindukan Nabi. setiap kali karanganya di baca, pasti shalawat dan salam di lantunkan buat Nabi. beliau telah kembali ke rahmatullah pada hari selasa, setelah ashar, 4 Sya’ban tahun 1177 H (1766 M). Jasad beliau di makamkan di Baqi’ bersama keluarganya.

(Eni F Risma, dari tebuireng.com dan sumber lainnya)

Tinggalkan komentar