820 Pramuka Siaga Se-Cipari Berpesta, Merebutkan Piala Bergilir di MI Mafatihul Huda Serang

(Oleh: Tim Jurnalis Benang Merah MA Mafatihul Huda Cipari)

Rabu, 29 Januari 2020, matahari semakin meninggi, sinarnya menerobos celah-celah awan tipis, menyinari halaman MI Mafatihul Huda Prumpung yang tengah disibukkan persiapan pembukaan Pesta Siaga tingkat Kwaran Cipari tahun 2020. Suasana begitu meriah dengan datangnya rombongan-rombongan dari seluruh SD dan MI se-kecamatan Cipari yang disambut meriah dengan umbul-umbul yang terpasang di sepanjang jalan komplek MI Mafatihul Huda dan gemuruh drumband MTs Mafatihul Huda yang menambah suasana semakin semarak.

Setelah semua hadir, sebanyak 39 barung putera dan 43 barung puteri mengikuti upacara pembukaan yang dipimpin oleh Ahmad Nugraha, siswa SDN 02 Serang. Dalam kesempatan ini Camat Cipari, Ahmad Husin, S.Sos. sebagai pembina upacara menyampaikan tema Pesta Siaga tahun ini adalah “Pramuka Siaga Sehat, Cerdas, Ceria, Bersahabat dan Berprestasi”

Kegiatan ini diisi dengan aneka perlombaan yang diselenggarakan dalam taman-taman tersebar dalam rute sekitar 1 km. Setidaknya ada 7 taman terdiri dari Taman Siaga Gembira, Taman Tali Temali, Taman PBB, Taman Rolling Ball, Taman Keagamaan, Taman Pentas Seni Budaya, dan Bumbung Kemanusiaan untuk menumbuhkan jiwa kepedulian sosial sejak dini. Seluruh peserta yang masih berumur di bawah 10 tahun mengikuti dengan semangat dan ceria, meski raut wajah lelah tergambar di wajah mereka terutama ketika hari semakin siang.

Taman Pentas Seni

Acara ini juga dibantu oleh Dewan Kerja Ranting (DKR) Kwaran Cipari, Palang Merah Remaja (PMR) MTs Mafatihul Huda, Patroli Keamanan Sekolah (PKS) MTs Mafatihul Huda Cipari, serta sejumlah Dewan Ambalan MA Mafda yang juga tergabung dalam DKR Kwaran Cipari.

Alif, bermain di Taman Rolling Ball

“Kami berharap anak-anak yang mengikuti acara ini menjadi mandiri dan berkarakter pancasila sejati”, kata Yanda Muhammad Makhrus, A.Ma selaku ketua panitia pelaksana.

“Walaupun capek, saya sangat senang mengikuti acara ini karena menambah pengalaman, ilmu dan teman” kata Muhammad Fahmi Mufaqqih, peserta dari MI Mafatihul Huda Serang.

Fadli dan Barung dari SDN 02 Serang

Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 17:00 WIB dengan hasil perlombaan:

Barung Putra:
Juara 1: SDN 07 Pegadingan
Juara 2: MI Mafatihul Huda Serang
Juara 3: MI Salafiyyah Cipari

Barung Putri:
Juara 1: SDN 07 Pegadingan
Juara 2: SDN 01 Mulyadadi
Juara 3: SDN 04 Pegadingan

Sekolah yang juara membawa pulang piala bergilir yang sudah ada sejak 7 tahun lalu dan akan mewakili Kwaran Cipari ke tingkat Kabupaten di Cilacap tahun ini.

Anak Tukang Becak, Punya Prestasi Nasional

Kali ini benang merah akan mengupas perjuangan Mba Mufliah atau biasa disapa Mba Muf sampai Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Manado untuk mata pelajaran Matematika terintegrasi. Mba Muf adalah salah satu siswi MA Mafatihul Huda yang mondok di Ribat Darussalam Prumpung dan pernah menjadi ketua OSIM periode 2018/ 2019. Pada masa kepemimpinannya, OSIM banyak bergerak di kegiatan sosial.

Dia adalah seorang santri yang ceria, baik hati dan murah senyum. Keterbatasan tidak pernah menghalangi semangatnya untuk maju dan mencapai cita-cita. Mekipun ayahnya seorang tukang becak namun hal itu tidak membuatnya takut bercita-cita tinggi. Karena dia yakin, barang siapa bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil.

Mba Muf pernah putus sekolah pada saat melanjutkan kejenjang menengah ke atas. Pada wkatu itu dia melanjutkan di SMK di Rawalo jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tetapi karna kurang biaya, maka sekolahnya tida dilanjutkan dan ia hanya belajar di pondok pesantren salaf yang santrinya tidak diperbolehkan bersekolah. Satu tahunm di pesantren, keinginannya untuk sekolah selalu muncul dalam angan-angannya setiap hari. Lalu dia pun pindah ke MA Mafatihul Huda sejak tahun 2016 sampai sekarang.

Kisah haru mba Muf ketika mengikuti KSM yaitu saat ia berjuang di tingkat provinsi ibunya jatuh sakit, dan bukan hanya itu, ketika di tingkat nasional ayahnya yang jatuh sakit. Dia sempat down saat tau kabar orang tuanya di rumah. Tapi dia tetap semangat untuk berjuang demi mengahrumkan nama MA Mafatihul Huda dan membanggakan orang tua.

Motifasi terbesar Mba Muf adalah kedua orang tua nya, para guru dan teman-temannya. Banyak guru dan teman-teman yang mendukung lewat pesan Whatsapp dan mendoakanya ketika dia sudah berada di Manado. Pelajaran penting yang dapat dipetik Mba Muf adalah “Nikmati prosesnya, setiap rintangan adalah sebuah pemacu kita untuk lebih baik lagi.” Kata Mba Muf ketika kami ngobrol di teras pondok.

Moto hidup Mba Muf adalah “Di atas langit masih ada langit yang harus dicapai. Dan merendahlah untuk meroket.” Harapannya kedepan untuk dirinya adalah dia ingin berkuliah di Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pesan dari Mba Muf untuk siswa MA Mafathul Huda adalah “Apapun proses pembelajaranya kita nikmati jangan lupa untuk berdoa, jangan sombong, tetap rendah hati,,dan jadi diri sendiri.

(Eni & Ela – Benang Merah)

Sumpah Pemuda Sekaligus Serah Terima Jabatan Dewan Ambalan

Senin, 28 Oktober 2019 dilaksanakan upacara serah terima jabatan Dewan Ambalan (DA) KH Abdurrahman Wahid & Nyi Ageng Serang periode 2018/ 2019 ke periode 2019/ 2020 di halaman sekolah. Tahun ini gugus depan MA Mafatihul Huda melantik 20 DA. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 16 DA. Upacara ini sengaja dibarengkan dengan peringatan hari sumpah pemuda. Tujuannya adalah agar kita mengingat dan meniru semangat para pemuda yang berjuang di masa lalu.

Yang terpilih sebagai Pradana Putera yaitu Ahmad Nasrul Hamam dan Pradani Yuni Karomah. Para DA yang terlantik adalah siswa-siswi yang terpilih setelah mereka dilantik menjadi Penegak Laksana beberapa minggu yang lalu. Dari 57 peserta Pelantikan Laksana hanya 20 saja yang dilantik menjadi DA. Tugas DA adalah pelaksana kegiatan kepramukaan setahun mendatang.

Upacara berlangsung khidmat. DA terpilih membaca ikrar dengan dibimbing oleh Pembina Upacara. Dilanjutkan dengan penyerahan panji-panji pramuka dan penandatanganan berita acara, disaksikan oleh seluruh peserta upacara.

“Saya berharap DA lebih berperan aktif dan bisa lebih memajukan ambalan tahun depan.” Kata Kak Arif Hidayatussufyan yang pada kesempatan tersebut menjadi Pembina upacara.

DA tahun lalu memang banyak mendapatkan prestasi dan pencapaian diantaranya adalah menjadi juara II lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Cipari, mengikuti Pertihusada tingkat provinsi, memprakarsai berdirinya Saka Bhakti Husada Kecamatan Cipari, dan beberapa kegiatan kemasyarakatan. DA tahun lalu juga sukses melaksanakan kegiatan survival di Munggang Jati Forest pada bulan April lalu. “Saya berharap DA baru lebih baik dan lebih eksis di masyarakat.” Ucap Kak Alwi yang menjadi ketua Pradana tahun lalu.

(Yuni Warti dan Zulfa)

PERINGATAN HSN 2019, DARI UPACARA, SHOLAWATAN SAMPAI MENANAM POHON

Sejak ditetapkan hari santri nasional 22 Oktober 2015, setiap tahun Bangsa Indonesia terutama kaum santri memperingati Hari Santri Nasional dengan tema yang berbeda tiap tahunnya. Dan pada tahun 2019 ini tema yang diusung adalah Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Tak ketinggalan MA Mafatihul Huda Cipari juga ikut dalam peringatan dan perayaan besar ini. Mengenang perjuangan santri pra dan pasca resolusi jihad NU yang membangkitkan semangat untuk merebut dan mengisi kemerdekaan.

Kurang lebih 1.000 peserta memadati lapangan untuk mengikuti Upacara Hari Santri Nasional 2019 lingkup Yayasan Mafatihul Huda Cipari. Yang menarik di sana adalah petugas upacara dari kalangan dewan guru, bukan oleh siswa seperti biasanya. “hal ini untuk mengingatkan kita bahwa santri bukan hanya anak-anak remaja, tapi semua yang mau ngaji dan manut kyai adalah santri. Ini juga untuk menyampaiakn kesan pada para siswa dan siswi bahwa guru saja nyantri, apalagi siswanya.” Tutur Qomarudin S.Pd.i salah satu guru MTs Mafatihul Huda Cipari.

Selanjutnya, di halaman MA Mafda, Organisasi Siswa Intra Madrasah menyiapkan penanaman beberapa pohon untuk merespon isu Global Warming. Penanaman pohon untuk memperingati Hari Santri Nasional ini mengikuti himbauan PBNU. Mereka menanam pohon Olyalthea Longifolia pendula atau yangbiasa disebut cemara glodok. Pohon yang memiliki banyak manfaat ini ditanam oleh siswa-dan siswi MA Mafda Cipari dari kelas X sampai XII di lingkungan Madrasah. Di antara manfaatnya adalah peredam suara, menyerap CO2 dan timbal serta menghasilkan oksigen.

Usai penanaman pohon yang diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Kepala Madrasah, M. Maemun, S.Pd.Si, para siswa dan siswi bersholawat bersama di halaman. Dalam acara yang sederhana namun khidmat ini, Kepala Madrasah memimpin pembacaan sholawat Simtudh Dhuror yang berlangsung dari pukul 90:30-12:00 WIB. Tak ada tujuan lain dalam kegiatan sholawat ini selain memuji dan mengharap syafa’at Nabi Muhammad S.A.W. Semoga para santri dapat menjalani perannya dalam pembangunan nasional dan usaha perdaiaman dunia yang dicita-citakan semua bangsa.

Mafatih Puteri Tampil Apik di Festival Hadroh HSN Cipari 2019

Meski baru berdiri kurang dari sebulan, group hadroh Mafatih Puteri berani tampil di festival hadroh dalam rangka memperingati hari santri nasional yang diadalan oleh IPNU-IPPNU PAC Cipari, 31 OKtober 2019. Bertempat di Halaman SD Negeri 01 Segaralangu, Festival tersebut juga untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara malam harinya diisi dengan kegiatan bersholawat bersama Habib Haedar Alwi Assegaf dalam rangka Harlah Ahbabussholawat Segaralangu.

Beranggotakan 13 siswi, group yang diisi dengan 4 vokalis ini membawakan lagu Sa’duna Fiddunya dan Ya Syahidan. Tampil di nomor urut 02, Zulfa dan kawan-kawan sudah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WIB meski ternyata panitia baru hadir di lokasi dan memulai acara satu jam setelahnya. Pengunjung bertepuk tangan meriah ketika suluk dibacakan. Dewan juri tampak asyik menikmati suguhan dua lagu yang dibawakan dengan aransemen yang apik. Uluk salam pembuka pun dilagukan dengan syair yang sengaja digubah untuk mengikuti festival ini, sementara iramanya diambil dari lagu Bungong Jeumpa. Meski para tampak grogi karena ini kali pertama mereka tampil di luar Madrasah, dua lagu dapat dibawakan secara mengalir dan menghipnotis pengunjung.

Mereka memang belum sebulan bergabung menjadi sebuah group, beberapa personel dari kelas sepulun dan sebagian yang lain dari kelas XI. Tapi karena beberapa siswi memang sudah punya bekal skill bermain hadroh dari kampungnya, proses latihan berjalan tidak terlalu sulit. Apalagi dengan semangat mereka latihan sampai mengambil waktu-waktu kosong sepulang sekolah, mereka tampak begitu bersemangat.

Untuk menuju lokasi, mereka harus dua kali jalan diangkut dengan sepeda motor, karena memang tidak semua personel memiliki sepeda motor, apalagi yang tinggal di pesantren. Tapi hal itu tak menjadi halangan yang berarti. “Kami ingin menampilkan yang terbaik yang kami bisa.” Kata Asri yang berposisi sebagai pemain darbuka. “Kalau memang hasilnya belum seperti yang kam harapkan, setidaknya kami sudah melakukan yang terbaik.” Ucap Sinta. “Kecewa pasti, tapi kami harus mengambil banyak pelajaran dari event ini” Zulfa menambahkan.

“Tujuan kami yang paling penting adalah belajar skill dan bisa bersholawat kepada Nabi. Selain itu hanya bonus kecil. Yang paling penting kita bersholawat dan mengharap syafaat.” Ucap Fathurrohim, ketua IPNU PAC Cipari yang ikut melatih Mafatih Puteri.

(Red. Benang Merah)