Anak Tukang Becak, Punya Prestasi Nasional

Kali ini benang merah akan mengupas perjuangan Mba Mufliah atau biasa disapa Mba Muf sampai Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Manado untuk mata pelajaran Matematika terintegrasi. Mba Muf adalah salah satu siswi MA Mafatihul Huda yang mondok di Ribat Darussalam Prumpung dan pernah menjadi ketua OSIM periode 2018/ 2019. Pada masa kepemimpinannya, OSIM banyak bergerak di kegiatan sosial.

Dia adalah seorang santri yang ceria, baik hati dan murah senyum. Keterbatasan tidak pernah menghalangi semangatnya untuk maju dan mencapai cita-cita. Mekipun ayahnya seorang tukang becak namun hal itu tidak membuatnya takut bercita-cita tinggi. Karena dia yakin, barang siapa bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil.

Mba Muf pernah putus sekolah pada saat melanjutkan kejenjang menengah ke atas. Pada wkatu itu dia melanjutkan di SMK di Rawalo jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tetapi karna kurang biaya, maka sekolahnya tida dilanjutkan dan ia hanya belajar di pondok pesantren salaf yang santrinya tidak diperbolehkan bersekolah. Satu tahunm di pesantren, keinginannya untuk sekolah selalu muncul dalam angan-angannya setiap hari. Lalu dia pun pindah ke MA Mafatihul Huda sejak tahun 2016 sampai sekarang.

Kisah haru mba Muf ketika mengikuti KSM yaitu saat ia berjuang di tingkat provinsi ibunya jatuh sakit, dan bukan hanya itu, ketika di tingkat nasional ayahnya yang jatuh sakit. Dia sempat down saat tau kabar orang tuanya di rumah. Tapi dia tetap semangat untuk berjuang demi mengahrumkan nama MA Mafatihul Huda dan membanggakan orang tua.

Motifasi terbesar Mba Muf adalah kedua orang tua nya, para guru dan teman-temannya. Banyak guru dan teman-teman yang mendukung lewat pesan Whatsapp dan mendoakanya ketika dia sudah berada di Manado. Pelajaran penting yang dapat dipetik Mba Muf adalah “Nikmati prosesnya, setiap rintangan adalah sebuah pemacu kita untuk lebih baik lagi.” Kata Mba Muf ketika kami ngobrol di teras pondok.

Moto hidup Mba Muf adalah “Di atas langit masih ada langit yang harus dicapai. Dan merendahlah untuk meroket.” Harapannya kedepan untuk dirinya adalah dia ingin berkuliah di Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pesan dari Mba Muf untuk siswa MA Mafathul Huda adalah “Apapun proses pembelajaranya kita nikmati jangan lupa untuk berdoa, jangan sombong, tetap rendah hati,,dan jadi diri sendiri.

(Eni & Ela – Benang Merah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s